Air muka Robby Firlian tampak tegang menghadapi meja di depannya. Matanya menyapu peralatan meracik kopi yang terletak di meja: dari mesin espresso, bocong untuk menuang susu, sampai cawan dan perintilan lainnya. Tak lama kemudian, penghitung waktu yang terletak di seberang meja mulai menghitung mundur. Ketegangan di wajah